Lettu Cpn Abdi Damai ditemukan selamat. Pilot Helikopter milik TNI AD yang jatuh di Long Sulit itu berhasil dievaskuasi, kemarin. Padahal, sebelumnya pasca-info penemuan heli yang hilang itu datang, para kru diduga tidak lagi selamat.

 Padahal, sebelumnya pasca-info penemuan heli yang hilang itu datang, para kru diduga tidak lagi selamat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Bulungan Post (grup pojoksumut.com), Abdi yang juga alumni SMA Negeri 3 Medan ini ditemukan pertama kali oleh personel Batalyon Paskhas 466 Makassar dan satu anggota Basarnas yang menggunakan heli NAS 332 Super Puma.
Sekira pukul 17:30 Wita, Abdi Damain tiba di Tarakan dan langsung dibawa menggunakan ambulans ke Rumkital.
Abdi dilaporkan mengalami patah kaki kanan, luka di pelipis, dan lecet di tangan serta badan.
Hingga saat ini, korban selamat masih dilakukan perawatan intensif di UGD RSUD Tarakan.
Laman facebook juga dihiasi dengan ucapan selamat dan syukur, satu diantaranya dari guru SMA Negeri 3, Emir Harahap. Dalam status facebooknya, dia bersyukur alunmi sekolah tersebut ditemukan selamat.
“Alhamdulillah…, menurut informasi yg diterima Abdee Black selamat dan sedang dirawat di RS Tarakan. Trim’s untuk Sahabat Fb utk doa-doanya, Semoga Allah SWT membalas kebaikan Sahabat semua dgn kebaikan yg berlipat ganda. Dan utk semua Alumni Smantig sekali lagi kita menunjukan kebersamaan kita dalam Keluarga Besar SMAN 3 Medan. Mantaf dan membanggakan,”tulisnya, Minggu malam.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, sekira pukul 10.00 Wita, Senin (28/11/2016) menyambangi Rumah Sakit Ilyas Tarakan untuk melihat langsung kondisi korban Helikopter Bell 412 EP milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di kawasan Desa Long Sulit Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau.
Disampaikan Irianto, Lettu Abdi Damain mengalami luka patah kaki dan masih tampak lemas. Saat ini, korban telah menjalani operasi pada kedua kakinya karena patah. “Dari keterangan dokter, Lettu Abdi masih lemas karena 72 jam tidak makan dan minum. Sehingga mengalami dehidrasi,” jelasnya kepada Bulungan Post.
Lanjut Irianto, Pihak Pemprov Kaltara juga melihat kondisi Rumah Sakit Ilyas Tarakan untuk melihat langsung peralatan di sana. “Saya langsung membawa Kepala RSUD Tarakan, dr Hasbi untuk melihat peralatan di sana. Kalau memang masih kurang, Kepala RSUD Tarakan telah mengkoordinasikan kepada Kepala Rumkital Ilyas Tarakan. kita akan bantu sepenuhnya,” tandasnya. (pojoksumut)