Ketika tengah berjuang melawan Komunis Kmer Merah, pemimpin Kamboja mengirim 1 kompi pemuda militan ke Indonesia. Mereka dilatih oleh Kopassus, yang kala itu dipimpin oleh Kolonel Prabowo Subianto sebagai Danpusdik Passus Batujajar.
Melatih pasukan Khusus Kamboja ini bukanlah hal yang gampang, mereka terbiasa hidup dihutan dan cenderung liar serta suka mengeluh dan cepat putus asa, jika dihadapkan kepada medan berat moril mereka langsung turun, tidak jarang mereka menyerah dan dipulangkan. Jika mereka berjalan, mereka hanya menghafal beberapa kata - kata dalam bahasa Indonesia "Komando Kalau Jalan Naik - Naik Terussss, Kalau turun, Turun terussss, Pelatih Enak Naik Mobil".
Buk..!!! Terdengar suara pukulan tali togel rim menghantam punggung mereka, cara ini dilakukan agar mereka berhenti mengeluh. Bahkan mereka tidak bisa membuang kotoran di lobang WC, para pelatih harus sabar menghadapi mereka, ini adalah Komando yang paling susah disaat Tahap Basic, tapi jika mereka bermain di hutan, mereka sangat Lihai karena mereka terbiasa bergerilya tapi tidak teratur dalam susunan formasi tempur.
Yang unik adalah, diantara mereka tidak ada yang berpangkat Tamtama, minimal Sersan Mayor, Mayor dan Kolonel, padahal pelatih mereka ada yang berpangkat Prajurit Satu, Mengapa..??, karena di negara mereka, Jika pasukan mereka berhasil membunuh Kmer Merah berpangkat lebih tinggi dari mereka maka itu pangkat tersebut langsung menyandang di pundak mereka. Bayangkan Jika mereka membunuh Jenderal, maka dia akan langsung menjadi Jenderal.
Selama 7 bulan mereka dilatih dengan materi hanya 66 %, hampir setiap hari Prabowo Subianto mengontrol mereka dan melaporkan kepada Satuan Atas dan Kerajaan Kamboja tentang perkembangan mereka dan mereka disebut dengan KOMANDO-67 yang menjadi Cikal BakalBatalyon Para-Komando 911. Pasukan itu merupakan bagian dari tentara Kerajaan Kamboja (Royal Cambodian Army). Dari Komando inilah Prabowo Subianto menerapkan sistem pendidikan Manusiawi, Pelajar jika tidak ada kegiatan pelajaran jam 10 malam wajib tidur, Belajar diruang belajar menggunakan Proyektor dan Ruang Makan buka 24 Jam serta ada Ekstra Puding seperti jaman Jenderal Yusuf.
Betapa bahagianya mereka setelah dilantik di Permisan Nusakambangan dan langsung mengenakan Baret Merah dan Loreng Darah Mengalir Kopassus dan menjadi seragam mereka sampai saat ini. setelah konsolidasi mereka kembali ke negaranya Kamboja, dengan tekad didada mereka, akan menjaga negaranya, menghancurkan Kmer Merah dan memburu Pol Pot.
Selama mereka berada di Kamboja, terjadi insiden kontak tembak mereka dengan Pasukan Kmer Merah, mengakibatkan 3 personel mereka gugur, melihat hal itu, Prabowo Subianto pun berangkat ke Kamboja membawa 15 orang Prajurit Parako untuk mendampingi Pasukan Komando 911 Kamboja. Ke 15 orang anggota Kopassus ini melebur di setiap Regu pasukan Kamboja, kemudian regu ini dipecah menjadi unit-unit kecil agar mobilisasi cepat dan evisien dalam bermanuver.
Operasi Sandi Yudha (Intelijen Kopassus) pun berjalan, didapat Informasi akan melintas 200 lebih pasukan Kmer Merah, 2 regu dipersiapkan untuk menghadang mereka serta Kiling Room, 2 regu lagi sebagai penutup untuk menyekat agar mereka tidak bisa meloloskan diri dan mencegah bantuan dari Kmer merah.
Pada siang hari melintaslah pasukan Kmer Merah tapi diantara mereka tidak terdapat Pol Pot, tepat mereka masuk di Killing Room, Door..!!tembakan pertama di sahut oleh ledakan Granat dan Ranjau, ini benar benar penghadangan yang disiapkan, mayat Kmer Merah bergelimpangan tak karuan, beberapa diantara mereka ada yang berusaha meloloskan diri dalam keadaan terluka tapi di hadang oleh Tim Penutup, tinggal beberapa orang saja diantara mereka yang masih hidup itu pun sebagian mereka ada yang terluka.
Prabowo Subianto memerintahkan seluruh mayat diserahkan ke Pemerintah Kamboja, sedang yang masih hidup dilakukan interogasi secara terus menerus, diantara mereka mengaku dimana keberadaan Pol Pot, pasukan pun Konsolidasi dan mulai memburu Pol Pot dan menyergap Pol Pot yang selalu berpindah pindah tempat setelah 3 hari memburu, Pasukan mendapatkan sebuah pemukiman ditengah hutan dan menyergap.
Dunia pun geger tahun 1997 Pol Pot ditangkap oleh Batalyon Komando-911 yang didalamnya ada personel Kopassus, Pol Pot dibawa ke pemerintah Kamboja, Penjahat Kemanusiaan ini hanya dikenakan Tahanan Rumah. Seluruh Personel Kopassus pun di Tarik ke Pnom Pen dan mendapatkan ucapan selamat dari Norodon Sihanouk dan Hunsen dan Prabowo Subianto mendapat sebuah kehormatan dari Kerajaan Kamboja menjadi Warga Negara Istimewa Kamboja.
Jadi, Pak Prabowo Mendapat Kewargaan Kehormatan pertama kali bukan dari Jordania tapi dari Pemerintah Kamboja.
Pada 15 April 1998, Dunia bersyukur Pimpinan Komunis dan Pelaku Kejahatan Kemanusiaan di Kamboja bernama POL POT hilang dari peredaran dunia dan disusul penangkapan tokoh - tokoh Kmer Merah yang lainnya. (sumber)

0 Komentar