Danau Toba kembali memunculkan fenomena aneh. Setelah ribuan ton ikan yang mati mendadak, kini serbuan lintah membuat warga semakin ketakutan. Apalagi seiring dengan terjadinya gempa yang dikaitkan ke Danau Toba yang mempunyai kantung magma raksasa.
Pasalnya, di sekitar Danau Toba, yang selama ini airnya sangat jernih tiba-tiba menjadi hijau dan baru-baru ini ditemukan hewan jenis lintah.
"Lintah berwarna hitam itu sudah ada sejak tahun 2015 lalu dan sudah diketahui warga pinggiran danau Toba," ujar Holmes Hutapea, yang merupakan penggiat lingkungan Danau Toba, Minggu (19/2).
Bahkan sudah banyak wisatawan yang menjadi korban serbuan lintah.
Aktifnya lempeng bumi akhir-akhir ini menjadi salah satu dugaan penyebab matinya ribuan ton ikan dan naiknya lintah ke pinggiran Danau Toba.
Seperti yang pernah dikemukakan Agus Budiarto bahwa semburan gas beracun dari kantung magma bisa berakibat fatal.
"Semburan gas terus terjadi karena magma di dalam terdorong naik keluar. Magma itu mendorong gas beracun meluncur keluar," kata Kepala Bidang Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, Agus Budianto, kepada VIVAnews.com.
Kapan semburan itu akan berhenti masih sulit diprediksi, sebab dapur magma masih terus aktif.
Selain karena dorongan magma itu, semburan gas beracun itu juga terjadi lantaran gempa juga terus meningkat.
Gas yang dikeluarkan itu , jelas Budianto, menandakan akan terjadi fase erupsi dari Gunung Api.
Dalam wawancara dengan VIVAnews sebelumnya, Agus menyampaikan bahwa keluarnya magma akan membuat suhu air di danau mengalami peningkatan.
Sementara itu, dugaan lainnya mengarah ke pencemaran danau yang sangat masif akhir-akhir ini. Danau yang digadang-gadang akan mengalahkan wisata di Bali ini menjadi tempat buangan limbah ternak babi warga sekitar.
(vivanews, analisa)
Selain karena dorongan magma itu, semburan gas beracun itu juga terjadi lantaran gempa juga terus meningkat.
Gas yang dikeluarkan itu , jelas Budianto, menandakan akan terjadi fase erupsi dari Gunung Api.
Dalam wawancara dengan VIVAnews sebelumnya, Agus menyampaikan bahwa keluarnya magma akan membuat suhu air di danau mengalami peningkatan.
Sementara itu, dugaan lainnya mengarah ke pencemaran danau yang sangat masif akhir-akhir ini. Danau yang digadang-gadang akan mengalahkan wisata di Bali ini menjadi tempat buangan limbah ternak babi warga sekitar.
(vivanews, analisa)

0 Komentar