Dagelan yang sangat memuakkan telah terjadi selama ini. Seekor setan dibalik web penyebar kebencian tetap berdiri menghadang, dan tak terkalahkan.

Tulisan-tulisan penuh imajinasi dari orang-orang paranoid ini dengan bebas lepas mengobok-obok persatuan. Yang buat hal ini tidak lucu, kok yang seperti ini dibiarkan. Sementara yang lain dihabisi? Meski hanya mengkritik tipis pemerintah?

Dan semakin tidak lucu, manakala laporan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perindo terkait laman website seword.com dengan artikel berjudul 'Bukti Anies Jatuh Dalam Kubangan Setan'. Web Setan tersebut cuma menghapus postingan, dan masih tetap tak terkalahkan.

Kenapa saya menyebut web Setan, karena saya mencoba menggunakan gaya tulisan para admin di web tersebut. Penuh makian, ejekan dan kebencian terhadap persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Dan ternyata sangat tidak nyaman menggunakan kata-kata makian disetiap judul dan tulisan. Sepertinya para admin memang sedari kecil sudah dipenuhi dengan kosa kata seperti itu.

Jika punya kesempatan berjumpa dengan admin, cobalah disuruh ucapkan Ikan Tongkol. Saya yakin pasti tidak bisa.
Ini sedikit contoh dari gaya penulisan beberapa admin web Setan tersebut. Meski ada 4 nama admin yang berbeda, bau tulisannya sama. Menyebar kebencian dan penghinaan.

Tulisan membabibuta yang menjerumuskan pembaca kedalam jurang dusta dan kebencian.

Menutup mata pada ketidakadilan junjungannya, dan menyerang kesetanan ke pihak oposisi.

Sudah lihat kelakuan para pendukung Ahok yang dengan gagak perkasa memaki-maki panitia di beberapa TPS? Begitulah tabiat mereka. Jangankan anak kecil, tentara aja pernah dipotong. Ngeri kan?



Tapi begitulah hukum alam, sesama Setan nongkrong bareng dengan Setan-Setan lainnya.

By the way, apakah web Setan ini bisa diproses hukum setelah dilaporkan LBH Perindo? Mari kita isap jempol ramai-ramai.
(Ari)