China mengeluarkan statement yang mengejutkan. Melalui Menteri Pertahanannya, China mengungkapkan akan membela Myanmar jika Turki ingin memburu Biksu Wirathu. Bahkan China mengancam akan umumkan perang.

Dari informasi yang didapat posmetro grup dari situs Russia Today, Menteri Pertahanan China Chang Wanquan meminta kepada militer, polisi, dan warga sipil agar siap membela dan mempertahankan kedaulatan Myanmar.

“Ancaman keamanan nasional semakin serius. Terutama, datang dari wilayah laut. Karena itu, militer, aparat penegak hukum, serta warga negara sipil harus mempersiapkan diri dalam perang rakyat,” ungkapnya.

Pernyataan Wanquan ini datang saat meninjau instalasi militer di pesisir Zhejiang, Provinsi China Timur.

Wanquan mengungkapkan bahwa rencana Turki ikut campur karena ingin masuk ke wilayah China.

"Turki hanya mencari alasan untuk bisa menyusup ke wilayah China," katanya.

China juga telah membangun sejumlah landasan dan instalasi militer di terumbu karang dan pulau-pulau buatan yang diklaim oleh sejumlah negara di Asia Tenggara dan Taiwan.

Kapal selam nuklir Type-096 China secara resmi mulai ditugaskan pada bulan Juli 2008. Kapal selam nuklir ini mampu membawa 24 rudal nuklir (Submarine Launched Ballistic Missile-SLBM) JL-3 yang mampu menjangkau sasarannya sejauh 15.000 km.
SLBM JL-3 adalah versi kapal selam dari rudal nuklir peluncur darat (ICBM) DF-41 yang dilengkapi 10 hulu ledak nuklir independen (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicle- MIRV).
Kemungkinan rudal balistik Jl-3 tidak sekuat DF-14 dalam mengangkut hulu ledak MIRV, menurut laporan, 24 rudal balistik JL-3 dapat menghancurkan 64 target secara bersamaan, selain itu rudal JL-3 juga dapat menghancurkan satelit musuh.
Dengan kekuatan sebesar itu bisa dikatakan satu kapal selam Type-096 memiliki kekuatan daya hancur setara dengan enam kapal selam nuklir strategis Type-094 Jin class.
Kapal selam Type-096 memiliki berat maksimum 10.000 ton dan merupakan saingan terberat kapal selam nuklir Ohio class milik Amerika, yang sama-sama memiliki tingkat kebisingan rendah, tidak terdeteksi, manuver tinggi, kemampuan bertahan hidup yang besar dan kemampuan rudal jarak jauh.
Kapal selam Type-096 pernah menguji coba rudal balistik (SLBM) JL-3 dari Laut Kuning dan berhasil mencapai target di Gurun Gobi yang berjarak 8.000 kilometer jauhnya.