Pendiri Museum
Rekor Dunia-Indonesia atau MURI, Jaya Suprana, menjelaskan tentang fotonya yang
tengah beredar di media sosial.
Di foto tersebut, Jaya Suprana berdiri bersama beberapa pria. Foto itu dilengkapi dengan tulisan, "Jaya Suprana: Saya terhormat kalau Habib Rizieq mau mengangkat saya sebagai murid."
"Saya ingin berguru ajaran Al-Quran tentang kerukunan umat beragama kepada Habib Rizieq," katanya melalui pesan pendek, Kamis, 6 April 2017, seperti dilansir tempo.
Dia menjelaskan, keinginan itu didasari karena Rizieq adalah orang pertama yang menyadarkannya bahwa di dalam Al-Quran terdapat ajaran tentang kerukunan umat beragama.
"Niat berguru saya kepada Habib Rizieq hanya terbatas pada ajaran kerukunan umat beragama saja, tanpa merambah ke soal-soal keagamaan lain," ujarnya.
Di foto tersebut, Jaya Suprana berdiri bersama beberapa pria. Foto itu dilengkapi dengan tulisan, "Jaya Suprana: Saya terhormat kalau Habib Rizieq mau mengangkat saya sebagai murid."
"Saya ingin berguru ajaran Al-Quran tentang kerukunan umat beragama kepada Habib Rizieq," katanya melalui pesan pendek, Kamis, 6 April 2017, seperti dilansir tempo.
Dia menjelaskan, keinginan itu didasari karena Rizieq adalah orang pertama yang menyadarkannya bahwa di dalam Al-Quran terdapat ajaran tentang kerukunan umat beragama.
"Niat berguru saya kepada Habib Rizieq hanya terbatas pada ajaran kerukunan umat beragama saja, tanpa merambah ke soal-soal keagamaan lain," ujarnya.
Penuturan
Jaya Suprana ini seolah-olah menjadi pukulan telak bagi Ketua Umum GP Ansor,
Yaqut Qoumas. Sebelumnya, ia mengeluarkan sindiran yang pedas tentang keilmuan
yang dimiliki Habib Rizieq. Ia menganggap gurunya tidak jelas.
Ungkapan itu beredar di media
sosial yang sempat diucapkan Yaqut dalam acara PKL khusus dosen di IAIN
Tulungagung pada 2 Maret 2017 lalu.
Ketum GP Ansor itu
membandingkan guru-guru yang dimiliki kiai pesantren NU karena memiliki sanad
yang jelas.
“Orang yang tidak punya guru
berarti tidak punya sanad keilmuan yang jelas. Coba sekarang siapa yang tahu
gurunya Rizieq Shihab itu siapa? Tidak jelas gurunya. Berarti dia gurunya
setan,” ucap Yaqut.
Seperti diketahui GP Ansor
belakangan menegaskan tidak mempermasalahkan bagi umat Islam untuk mendukung
calon pemimpin meski dari kalangan non muslim. (tempo/bbs)

0 Komentar