Empat gadis di Bogor nyaris dijual ke Malaysia jika tidak nekat kabur. Mereka hampir menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking). Mereka adalah AT (18), YC (16), FT (23) dan ON (16). Mereka
Dilaporkan Radar Cirebon (Jawa Pos Group), para korban melaporkan kejadian itu ke Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota, Kamis (08/12). Modus para pelaku menawarkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga dengan gaji tinggi.
“Area penempatan kerja kami tidak disebutkan dengan jelas, sehingga kami harus berkeliling menggunakan mobil oleh pelaku,” ujar korban FT warga Kampung Gunung Caringin, Kalong Kecamatan Leuwiliang.
Sayangnya, FT tak hafal nama perusahaan pelaku yang menawarkan kerjaan itu. Mereka mayoritas hanya ditawarkan kerja oleh salah satu orang dekat di kampung. Ketika dibawa pelaku, FT juga mengaku mendapat perlakukan tidak menyenangkan.
“Sempat meraba-raba paha saya. Sebelumnya juga sempat chat ke saya dengan kata-kata yang tidak enak. Chat-nya sudah keburu saya hapus karena memang isi chatnya tidak sopan,” lirihnya.
Kecurigaan mereka semakin menjadi , ketika pelaku berkali-kali merubah rute perjalanan. Dimana mereka awalnya berangkat dari Terminal Bubulak pada Rabu (7/12) pagi menuju daerah Tebet, Jakarta Selatan.
Kemudian berganti ke daerah Cengkareng dan daerah Cinere, hingga akhirnya kembali ke daerah Ciawi, Kabupaten Bogor. Di sana mereka juga belum mendapat kabar seputar pekerjaannya.
“Saya curiga seperti mau dijual ketika dengar pembicaraan dia menelepon seseorang. Dia juga sempat menyebut-nyebut negara Malaysia, Sumatera dan lain-lain. Kita ngedengernya juga kan jadi takut,” keluh korban lainnya YC.
Sebelum melakukan perjalanan menuju Jakarta, mereka sempat ditampung di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Gang Anen No: 16, RT03/05, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan.
Yang menghawatirkan selama masa penampungan dan perjalanan, meraeka tidak diberikan makan ataupun minum. Merasa kecewa, akhirnya YC bersama korban lainnya berinisiatif untuk melarikan diri dan melapor ke Pos Polisi.
“Pelakunya sempat mengejar, tapi kita nyumput. Dia sempat chat juga bilang jangan pulang karena nanti pasti dicarikan pekerjaan,” imbuhnya.
Setelah diperiksa, diketahui para calon ART itu dibawa dua orang tetangga yang menjanjikan lapangan kerja. Keduanya merupakan perempuan berinisial IT dan EN, asal Cigudeg. Setelah bertemu IT dan EN, mereka dipertemukan dengan penyalur lain, seorang laki-laki berinisial DD.
Menurut Kanit PPA Polresta Bogor Kota AKP Melisa Siregar kasus ini masih dalam tahap penanganan. Ia belum bisa memastikan laporan tersebut tergolong kasus trafficking atau bukan, karena belum menerima keterangan dari pelaku.
“Terduganya kita undang dan katanya akan datang untuk dimintai keterangan,” tukasnya. (pojoksatu)

0 Komentar