Jordania tak menutup kemungkinan untuk meminta bantuan kekuatan militer asing dalam menghadapai konflik dengan Israel. Hal itu diungkapkan analis politik Jordania, Moin Rabani.

Dia mengatakan, bahwa Jordania saat ini sedang membutuhkan tambahan kekuatan, setelah Israel mengirimkan sekitar 20 ribu pasukan cadangannya ke perbatasan, menyusul pengusiran atas Duta Besar mereka dari Amman, Jordania.

"Bukan tidak mungkin Raja meminta bantuan kepada pasukan dari negara lain. Terutama Indonesia. Apalagi hubungan Jordania dengan Indonesia terjalin begitu baik," kata Rabani, dikutip dari Al Jazeera.

Hubungan Israel dengan Jordania memang tengah panas. Raja Yordania Abdullah II sebelumnya sempat mengancam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar membatalkan tindakan keamanan baru di kompleks tempat suci Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Baca Juga:
Tegang! Masuk Perairan Malaka, Jet Tempur Malaysia Nyaris Duel dengan Kapal Perang Israel


Ketika berbicara dengan Netanyahu melalui telepon, Raja Abdullah menekankan "perlunya menemukan solusi secepatnya dan menghilangkan alasan terjadinya krisis yang sedang berlangsung di kompleks Haram al Sharif" menurut pernyataan istana kerajaan yang dikutip kantor berita AFP.

Peristiwa tersebut memicu bentrokan yang merenggut nyawa. Warga Palestina melihat langkah itu sebagai upaya Israel untuk lebih mengendalikan kompleks yang mencakup masjid Al Aqsa dan Masjid Kubah Batu atau Dome of the Rock itu.

Yordania adalah penjaga resmi tempat-tempat suci umat Islam di Yerusalem. Abdullah mendesak Netanyahu untuk membatalkan "tindakan baru yang diberlakukan Israel sejak dimulainya krisis terbaru itu."(aljz)