Ketegangan yang terjadi di kawasan ASEAN menjadi atensi serius banyak negara. Menyusul terjadinya insiden bendera terbalik pada ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur. Turki menjadi salah satu negara yang menaruh perhatian atas hal ini.

Harian Al Quds al Arabi dan BBCArabic, Kamis, menyebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memerintahkan Hakan Fidan (48), Kepala Badan Intelijen Nasional Turki (MIT) untuk mengusut siapa pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kasus ini.

Melalui juru bicaranya, Erdogan mencium adanya upaya sistematis untuk mengadu domba dua negara muslim terbesar di ASEAN itu. Sehingga, ia merasa harus menurunkan tim khusus untuk mencegah adanya konflik lebih lanjut.

"Tuan presiden sudah menegaskan hal ini (pengusutan kasus adu domba RI-Malaysia). Saya akan bekerja keras mencari pelaku, sama seperti ketika saya membantu tuan presiden melawan tentara yang melakukan kudeta," jelas Fidan kepada media lokal setempat.

Seperti diketahui, Fidan dikenal sebagai tangan kanan dan pemegang rahasia Erdogan. MIT yang dipimpinnya sangat loyal kepada Erdogan.

Fidan pun menjadi orang kuat kedua di Turki setelah Erdogan. Dia orang pertama yang mencium bakal terjadi upaya kudeta, beberapa jam sebelumnya. Dan Fidanlah menjadi orang pertama yang menghubungi Erdogan di tempat peristirahatannya, di kota pantai Marmaris, tentang adanya kudeta.

"Saya akan bertempur sampai mati demi tugas. Termasuk untuk menggagalkan upaya kudeta," ujar Fidan kepada Erdogan, malam itu.

Sebelumnya, Erdogan sudah menyampaikan bahwa ada pihak tertentu yang ingin memecah belah umat muslim di kawasan ASEAN. Erdogan menyampaikan, bahwa negara-negara muslim di ASEAN ingin dibuat seperti negara-negara arab di Timur Tengah. (Alquds/bbc)