Israel melakukan tindakan tak manusiawi dengan menyedot persediaan air dari daerah Tepi Barat yang tengah diduduki.
Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah mengatakan bahwa pemerintah Israel kini tengah “melancarkan perang air terhadap Palestina”.
“Israel ingin mencegah Palestina untuk menjalani kehidupan yang bermartabat dengan menggunakan kontrol atas sumber daya air,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan.
“Sementara itu pemukiman ilegal Israel telah menikmati layanan air tanpa gangguan, namun warga Palestina dipaksa untuk menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli air dari mereka,” tambahnya.
Dalam laporannya, pihak Palestina menyatakan bahwa perusahaan air Israel (Mekorot) telah memanipulasi pasokan air ke kota Jenin, beberapa desa di Nablus dan kota Salfit dengan meninggalkan puluhan ribu warga Palestina tanpa memberi akses air selama bulan Ramadhan.
Direktur eksekutif Palestina Hidrologi Group (LSM yang berfokus pada masalah air dan sanitasi) menuturkan bahwa beberapa daerah tidak mendapatkan air lebih dari 40 hari.
“Beberapa daerah tidak mendapatkan air lebih dari 40 hari. Orang-orang hanya mengandalkan pembelian air dari truk air atau menerima dari sumber air dan titik pengisian lainnya,” kata Ayman Rabi kepada Al-Jazeera.
Sementara itu, pasokan air ke kota Jenin (yang memiliki populasi lebih dari 40.000 orang) telah dipotong setengah. Untuk itu, sejumlah pihak memperingatkan Mekorot untuk bertanggung jawab atas tragedi ini yang akan menghasilkan kekeringan selama musim panas.
0 Komentar