Pejuang Taliban memamerkan sejumlah rudal permukaan ke udara. Informasi itu didapat dalam sebuah tayangan video, baru-baru ini. Mereka mengklaim pernah menggunakan senjata yang sama untuk menembak jatuh helikopter Pakistan yang membawa para diplomat asing.
Video yang diperoleh The Associated Press, itu termasuk sebuah pesan dari Taliban yang bersumpah akan mengerahkan semua kekuatan untuk membela Palestina dari penjajahan Israel.
"Rudal-rudal ini untuk mengubur tentara Yahudi di bumi suci Palestina," demikian bunyi pesan yang ditulis dalam bahasa Urdu di awal video.
Bagaimanapun, rudal permukaan ke udara yang ditunjukkan dalam video itu kelihatan sungguhan. Dalam video tersebut, seorang militan bertopeng membahas bagian-bagian rudal. Sebagian yang lain menunjukkan yang tampaknya seperti gambar tangan tentang cara rudal dapat menyerang pesawat tempur, atau helikopter.
Video ini dirilis melalui situs militan dan berhubungan dengan pesan lain yang didistribusikan Taliban Pakistan. Meskipun AP tidak bisa memverifikasi secara independen, para militan di Afganistan dan Pakistan memang memiliki akses rudal permukaan ke udara.
Belakangan diketahui, rudal itu merupakan senjata milik negara Rusia, KBM R & P Corp. Sistem Pertahanan Udara Manportable (MANPADS) Rusia ini dapat menyerang pesawat yang terbang, drone, dan rudal jelajah di udara dalam serangan frontal. Sistem ini mulai dijual ke pasar internasional, tapi pembelinya dirahasiakan.
Teknologi tersebut diklaim lebih unggul ketimbang produksi negara-negara Barat karena kebanyakan rudal Barat beroperasi dengan hanya mengejar target.
Rudal itu dianggap sebagai senjata paling canggih yang pernah dikembangkan. Memiliki jangkauan tembak 6 kilometer dan berbagai target serangan meningkat dua setengah kali lipat.
Senjata ini dapat digunakan secara mandiri dan menjadi lebih efektif jika diintegrasikan dengan sistem kontrol penembakan. (ap)
0 Komentar